Gelar Seminar Pengembangan Transportasi, Dishub Babel Bahas Strategi Konektivitas Antarwilayah

PANGKALPINANG – Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Seminar Pengembangan Transportasi yang membahas konektivitas antarwilayah dan tantangan infrastruktur, Senin (27/10/2025).

Kepala Dishub Babel, Asban Aris, dalam sambutan pengantarnya menegaskan bahwa konektivitas menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran distribusi logistik dan menekan angka inflasi daerah.

Menurutnya, konektivitas laut, darat, dan udara harus berjalan seimbang agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

“Transportasi logistik bukan sekadar soal infrastruktur fisik, tapi juga instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menekan inflasi di daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara konektivitas dan dukungan anggaran. Meski di sisi lain harus mematuhi kebijakan pemerintah terhadap efisiensi penggunaan anggaran.

Babel yang kini bertransformasi dari ekonomi berbasis tambang menuju pariwisata, membutuhkan dukungan konektivitas yang kuat.

"Kemajuan di Bangka Belitung memang memerlukan konektivitas yang baik antarwilayah. Konektivitas harus diimbangi anggaran yang cukup. Infrastruktur jalan relatif memadai, namun fasilitas pendukung seperti penerangan dan akses logistik masih perlu perhatian,” katanya.

Asban juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat terkait uang sitaan korupsi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daerah untuk lebih maju dan berdaya saing.

Ia menambahkan, kegiatan seminar ini juga sebagai langkah memperkuat peran transportasi dalam mendukung sektor pariwisata daerah.

Seminar yang dimoderatori Sekretaris Dishub Babel Rusdi ini menghadirkan narasumber utama Dr. Djoko Setijowarno, Pengajar Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang sekaligus Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat.

Djoko menyoroti pentingnya konektivitas bagi pulau-pulau kecil yang berpenghuni. Babel sebagai daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam mewujudkan konektivitas yang memadai.

Ia mencontohkan persoalan distribusi barang masuk dan keluar yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah berbasis logistik. Lemahnya konektivitas logistik ke pulau-pulau kecil yang menyebabkan disparitas harga.

“Distribusi bahan pokok dan BBM ke pulau-pulau kecil masih terkendala karena belum adanya pelabuhan besar. Akibatnya, harga kebutuhan di daerah terpencil menjadi lebih mahal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Babel yang bergerak ke pariwisata membutuhkan aksesibilitas dan konektivitas yang lebih baik, seperti penerbangan internasional langsung dan infrastruktur transportasi lokal, termasuk fasilitas pendukung pariwisata yang belum memadai serta pengelolaan destinasi wisata yang perlu ditingkatkan.

Djoko juga menyebut adanya kesenjangan pembangunan termasuk di sektor transportasi, padahal Babel adalah daerah kaya mineral.

Isu truk "odol" (over dimensi over load) yang masuk ke Pulau Belitung melalui kapal juga menjadi perhatian Djoko. Ia menekankan pentingnya pengawasan di pelabuhan.

Seminar ini dihadiri oleh pegawai Dishub Babel, BPTD Wilayah III Babel, dan Kepala BPTD Pitra.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fadhil Aldiotama
Fotografer: 
Fadhil Aldiotama
Editor: 
Ismail/Ahmad